Sejak 16 Maret, tindakan pemerintahan Trump telah mengakibatkan pencabutan banyak izin truk tugas berat. Sekitar 200.000 pengemudi truk imigran terkena dampaknya, atau hampir 5% dari pemegang SIM truk berat di Amerika Serikat. Itu banyak. Keputusan ini diambil pada saat negara tersebut sedang menghadapi kekurangan pengemudi, yang dapat memperburuk krisis transportasi jalan raya.
Dampaknya akan semakin besar
Peraturan baru tersebut kini melarang pencari suaka, pengungsi dan penerima program DACA untuk mendapatkan SIM komersial jika mereka tidak mahir berbahasa Inggris. Dengan demikian, bahkan orang yang berada dalam situasi hukum pun dapat ditolak haknya untuk mengemudikan truk.
Pengemudi yang telah memiliki Surat Izin Komersial (CDL) tidak akan langsung kehilangannya, namun tidak dapat memperbaruinya jika sudah habis masa berlakunya. Akibatnya, jumlah pengemudi truk imigran yang dikecualikan dari industri ini diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa bulan mendatang.
Pembenaran yang diberikan oleh pemerintah
Pemerintah mengutip sejumlah kecelakaan fatal pada musim panas lalu yang melibatkan pengemudi truk imigran sebagai alasan keputusan tersebut. Menteri Transportasi Sean Duffy bahkan berkata, “Sudah terlalu lama, Amerika membiarkan pengemudi asing yang berbahaya menyalahgunakan sistem perizinan kita yang memberatkan, dan menyebarkan teror di jalan-jalan kita.”
Pusat pelatihan juga terkena dampaknya
Pada saat yang sama, sekitar 3.000 pusat pelatihan pengemudi telah kehilangan akreditasinya karena kegagalan untuk mematuhi standar federal yang baru. Langkah ini selanjutnya dapat mengurangi jumlah pengemudi baru yang dilatih.













