Home Politic Apakah truk-truk besar akan mendapat manfaat dari pelonggaran aturan mesin mobil termal?

Apakah truk-truk besar akan mendapat manfaat dari pelonggaran aturan mesin mobil termal?

83
0


Uni Eropa memutuskan pada hari Selasa, 16 Desember, untuk memberlakukan peralihan wajib ke mengemudi sepenuhnya listrik untuk mobil baru mulai tahun 2035. Pergeseran dalam kebijakan iklim Eropa ini menimbulkan pertanyaan: dapatkah industri komersial dan angkutan truk mendapatkan keuntungan dari pelonggaran target CO₂ ini? Federasi profesional optimis.

Pelonggaran target CO₂ untuk industri otomotif

Larangan penjualan mobil termal baru pada tahun 2035, yang awalnya merupakan simbol dari Kesepakatan Hijau Eropa, telah digantikan oleh pendekatan yang lebih fleksibel. Setelah tanggal tersebut, produsen akan dapat terus memasarkan kendaraan termal atau hibrida dalam jumlah terbatas, asalkan memenuhi sejumlah kriteria ketat.

Komisi Eropa menetapkan secara khusus bahwa emisi CO₂ dari kendaraan ini harus diberi kompensasi. Secara khusus, produsen harus mengurangi rata-rata emisi dari penjualan mereka sebesar 90% dibandingkan tingkat tahun 2021, dan menetralisir 10% sisanya.

Angkutan barang melalui jalan raya

Berbeda dengan sektor otomotif, truk termal tidak pernah terkena larangan terencana. Kerangka peraturan ini hanya didasarkan pada target pengurangan emisi CO₂ yang sangat ambisius: –15% pada tahun 2025, –45% pada tahun 2030, –65% pada tahun 2035, dan –90% pada tahun 2040.

Tidak ada rencana pelarangan resmi penggunaan mesin pembakaran untuk truk, namun tekanan peraturan tetap tinggi.

Pelaku sektor sedang mencari penyesuaian

Saat Komisi Eropa mempresentasikan paket otomotifnya, beberapa perwakilan angkutan jalan raya – termasuk IRU, Anggota Parlemen Eropa dan asosiasi perdagangan – bertemu kemarin untuk menuntut integrasi TRM yang lebih baik ke dalam diskusi ini. Secara khusus, mereka menyerukan penerapan solusi konkrit untuk mempercepat elektrifikasi armada.

Di pihak produsen truk berat, yang tergabung dalam ACEA, posisinya jelas: tujuannya bukan untuk mempertanyakan target pengurangan CO₂, melainkan untuk menyesuaikan jadwal dengan mempertimbangkan realitas industri dan operasional sektor tersebut.

Ini mungkin (juga) menarik minat Anda

Herve Rebillon
Artikel terbaru dari Hervé Rébillon (lihat semua)



Source link