Pentingnya Raphinha bagi Barcelona di bawah asuhan Hansi Flick tidak lagi menjadi perdebatan.
Angka-angka saja sudah memperjelas hal itu, namun pengaruhnya yang luas terhadap tim lebih dari sekadar gol dan assist.
Hanya dalam 18 penampilan musim ini, pemain sayap asal Brasil itu sudah mencetak 11 gol dan lima assist, menunjukkan peran krusialnya dalam sistem Flick.
Pengaruhnya paling jelas terlihat dalam kesuksesan Barcelona baru-baru ini di Piala Super Spanyol. Raphinha tidak hanya terlibat, dia juga dominan.
Dia dinobatkan sebagai man of the match di semifinal dan final, mencetak dua gol di setiap pertandingan, melawan Athletic Club dan Real Madrid.
Saat tekanan berada pada titik tertingginya, Raphinha berhasil menyelesaikannya.
Bertarung tanpa Raphinha
Oleh karena itu, tidak mengherankan jika Barcelona terlihat seperti tim yang benar-benar berbeda saat berada di luar lapangan.
Musim ini tidak mudah bagi pemain Brasil itu dalam hal kondisi fisiknya.
Mempertahankan tingkat kebugaran yang dicapainya tahun lalu merupakan sebuah tantangan dan memaksa Flick untuk menanganinya dengan hati-hati.
Akibatnya, Raphinha absen di beberapa pertandingan penting dan Barcelona harus menanggung akibatnya.
Salah satu contoh paling jelas terjadi saat melawan Real Sociedad. Raphinha tidak bisa melakukan perjalanan setelah mengalami cedera hamstring pada pertandingan Copa del Rey melawan Racing.
Meski Barcelona tampil bagus secara keseluruhan, mereka gagal mengamankan poin.
Ada sebuah pola
Yang mengkhawatirkan Flick adalah kekalahan Barcelona musim ini mengikuti pola yang jelas. Tim telah kalah lima pertandingan di semua kompetisi sejauh ini.
Di La Liga mereka menderita kekalahan melawan Sevilla, Real Madrid dan Real Sociedad. Di Eropa ada kekalahan melawan Paris Saint-Germain di Liga Champions dan melawan Chelsea.
Raphinha tidak tersedia dalam empat dari lima kekalahan itu. Statistik ini sulit untuk diabaikan.
Barcelona kehilangan intensitas tekanan di sayap, ancaman vertikal dalam transisi, dan pemain yang mampu meregangkan pertahanan dengan dan tanpa bola.
Tanpanya, lawan bisa bertahan lebih tinggi dan agresif.
**catatan: Peringkat dalam judul diambil dari Transfermarkt pada saat publikasi.











