Departemen Kehakiman AS pada hari Jumat mulai merilis ratusan ribu dokumen mengenai skandal Epstein setelah berbulan-bulan penundaan oleh Donald Trump mengenai masalah tersebut.
Dokumen-dokumen ini, yang muncul dari penyelidikan yang dipimpin oleh otoritas AS terhadap pemodal berpengaruh dan penjahat seks di New York, yang meninggal pada tahun 2019, seharusnya membantu menjelaskan hubungan masa lalunya dengan tokoh-tokoh terkemuka, termasuk presiden Partai Republik.
“Candaan”
Saat berkampanye pada tahun 2024 dan menjanjikan transparansi total, Donald Trump ragu-ragu selama berbulan-bulan untuk menepati janjinya, dan akhirnya menggambarkan peristiwa tersebut sebagai “tipuan” yang dieksploitasi oleh oposisi Demokrat.
Basis “MAGA” miliknya, yang terobsesi dengan skandal ini, memberontak ketika Departemen Kehakiman mengumumkan di musim panas bahwa mereka tidak menemukan elemen baru yang membenarkan penerbitan dokumen tambahan atau penuntutan baru.
Setelah berbulan-bulan melakukan pemberontakan, presiden harus tunduk pada tekanan dari Kongres, termasuk para pejabat terpilih dari Partai Republik, yang mengeluarkan undang-undang pada bulan November yang mengharuskan pemerintahannya untuk mempublikasikan semua dokumen rahasia yang dimilikinya.
Beberapa selebriti meledak
Pernah dekat dengan pemodal yang satu lingkaran dengannya, Donald Trump selalu menyangkal mengetahui perilaku kriminalnya dan mengklaim telah memutuskan hubungan dengannya jauh sebelum dia terlibat di pengadilan.
Tokoh jet set New York Jeffrey Epstein dituduh melakukan eksploitasi seksual terhadap lebih dari seribu wanita muda, termasuk anak di bawah umur. Perselingkuhan yang terungkap pada tahun 2019 ini menimpa beberapa selebriti yang dekat dengannya, termasuk Andrew, saudara laki-laki Raja Charles III yang dituduh oleh salah satu korban namun menyatakan tidak bersalah.
Kematian pemodal di penjara pada tahun yang sama sebelum persidangannya memicu banyak teori konspirasi bahwa dia dibunuh untuk mencegah dia melibatkan elit yang mengambil keuntungan dari kejahatannya. Kematiannya diklasifikasikan sebagai bunuh diri oleh pihak berwenang.
Mantan rekan Jeffrey Epstein, Ghislaine Maxwell, yang menjalani hukuman penjara 20 tahun, adalah satu-satunya orang yang dihukum dalam kasus ini. Todd Blanche, orang nomor dua di Departemen Kehakiman, memperingatkan pada hari Jumat bahwa tidak ada tuntutan baru yang diharapkan.
Ruang lingkup yang tidak pasti
Namun demikian, dokumen tersebut dapat mempermalukan tokoh-tokoh dari dunia bisnis, politik atau hiburan yang berada di bidang pemodal. Pekan lalu, pejabat oposisi terpilih menerbitkan foto-foto yang menunjukkan Jeffrey Epstein bersama mantan Presiden Demokrat Bill Clinton, pengusaha sukses seperti Bill Gates atau Richard Branson, dan bahkan pembuat film Woody Allen. Donald Trump juga muncul di sana, ditemani wanita berwajah gelap.
Dokumen-dokumen tersebut juga dapat menjelaskan mengapa jaksa begitu lambat dalam mengajukan tuntutan terhadap pemodal tersebut.
Namun ruang lingkup pengungkapan yang mungkin terjadi masih belum pasti, karena Departemen Kehakiman memiliki keleluasaan penuh untuk menyunting dokumen-dokumen tersebut, terutama untuk melindungi para korban.











