Home Politic “Saya tinggal di sana sampai tanggal 1 Januari,” kata ibu Arthur, yang...

“Saya tinggal di sana sampai tanggal 1 Januari,” kata ibu Arthur, yang tewas dalam kebakaran tersebut

8
0



“Anak saya pergi untuk merayakan Tahun Baru pada tanggal 31 Desember dan saya tidak pernah melihatnya lagi. Itu tidak nyata.” 110 hari setelah tragedi di Crans-Montana yang menewaskan 41 orang dan 115 luka-luka, penderitaan Laetitia Brodard-Sitre masih utuh. “Bagaimana kita bisa hidup dengan hal itu? Saya tidak tahu,” kata ibu Arthur, yang hendak merayakan ulang tahunnya yang ke-17, kepada Swiss Radio Television (RTS).

“Ada hari dimana semuanya berjalan baik, kita berusaha untuk pergi, karena ada tujuan hari itu, ada sesuatu, jadi lebih mudah, dan ada hari dimana kita tidak bangun, karena kita tidak punya tenaga dan tidak punya tenaga,” lanjut warga Lutry, di wilayah Vaud ini.

“Sebenarnya, saya tidak ingin melihat waktu berlalu, saya tidak ingin pergi ke musim panas. Saya tidak ingin musim terus maju. Saya tidak ingin pepohonan berbunga. Saya diberitahu bahwa akan lebih mudah jika ada sinar matahari. Tapi tidak, itu tidak mudah. ​​Sebaliknya,” katanya kepada harian Swiss. Lihat. “Karena saya bertahan hingga 1 Januari. Dan saya akan memberikan seluruh hidup saya, saya akan memberikan hati dan jiwa saya untuk kembali pada tanggal 31 Desember dan mampu mengubah keadaan.”

Dipaksa untuk “menerima apa yang tidak dapat diterima” dan belajar untuk “bertahan dengan setengah hati”, sang ibu adalah ibu baptis dari konser amal “Aux coeurs de Crans” yang berlangsung Rabu malam ini di Lausanne (Swiss). Sekitar dua puluh artis akan tampil, termasuk Jean-Baptiste Guégan Prancis, Julie Zenatti dan Julie Pietri, serta penyanyi Prancis-Italia Richard Cocciante. Hasil dari konser tersebut akan disumbangkan ke asosiasi Swisshearts “yang didirikan oleh orang-orang yang terkena dampak langsung tragedi di Crans-Montana” untuk kepentingan para korban.



Source link