Home Sports Bintang tenis berdiri di depan penggemar dalam insiden yang marah karena wasit...

Bintang tenis berdiri di depan penggemar dalam insiden yang marah karena wasit terpaksa turun tangan | Tenis | olahraga

8
0


Pertandingan di ATP Challenger Tour berubah menjadi kekacauan ketika seorang pemain berhadapan dengan seorang penggemar dan wasit terpaksa turun tangan. Menjelang akhir set pertama ketegangan semakin memuncak dan pemain yang bersangkutan harus digiring keluar dari penonton.

Pemain yang dimaksud adalah Nerman Fatic yang bertanding melawan Tseng Chun-hsin di ajang Challenger di Roma. Set pertama berakhir imbang 3-3 ketika Chun-hsin membentur net dengan bola melalui upaya drop shot.

Lendutan keberuntungan berhasil menjinakkan tembakan yang melambung dua kali sebelum Fatic sempat menyiapkan gol. Beberapa penonton di tepi lapangan berteriak keras sementara Fatic secara bersamaan melemparkan bola ke udara dengan raketnya.

Sepertinya fans tidak mengejek lompatan keberuntungan Chun-hsin, tapi Fatic tetap keberatan. Orang Bosnia itu menoleh ke arah penonton dan perlahan mulai berjalan ke arah mereka.

Wasit, yang tahu persis apa yang akan terjadi, meneriakkan “Calma” ke mikrofon sebelum melompat dari kursinya. Tampaknya Fatic sangat frustrasi dengan salah satu penonton, dan pemain berusia 31 tahun itu melontarkan kata-kata marah kepada penonton tersebut.

Situasi tersebut berlangsung sekitar 30 detik hingga Fatic akhirnya digiring kembali ke sasarannya. Namun tampaknya tendangan balik itulah yang ia perlukan karena Fatic tidak hanya memenangkan pertandingan tetapi juga set tersebut.

Bintang kelahiran Sarajevo ini mengikuti babak kualifikasi lima turnamen Grand Slam namun tidak pernah berhasil melewati babak kedua.

Yang paling dekat dengannya untuk mencapai babak utama adalah kualifikasi Australia Terbuka 2024, ketika ia mencapai angka tertinggi dalam kariernya, 191 pada waktu yang hampir bersamaan. Dia saat ini berada di peringkat 239 dunia dan merupakan pemain tenis Bosnia dengan peringkat tertinggi kedua.



Source link