Impian Barcelona di Liga Champions mungkin berakhir menyakitkan di Metropolitano, namun reaksi Pedri secara sempurna mencerminkan mentalitas yang kini mendorong tim untuk maju.
Usai peluit akhir pertandingan melawan Atletico Madrid, sang gelandang meluangkan waktu sejenak untuk memberi penghargaan kepada para penggemar yang telah menemaninya dan memberikan tepuk tangan kepada lebih dari 3.000 penggemar yang mendukung tim hingga akhir.
Meski kecewa, Pedri menunjukkan kedewasaan melebihi usianya dan berbagi sikap yang terlihat di seluruh ruang ganti, terutama di kalangan bintang muda seperti Lamine Yamal.
Tidak ada yang bisa disembunyikan dari rasa sakit karena tersingkir, namun ada juga perasaan yang jelas bahwa kemunduran ini akan mendorong Barcelona untuk maju ke Eropa.
Pesan kuat dari Pedri
Usai pertandingan, Pedri memberikan ulasan sepenuh hati malam itu dan menegaskan bahwa kekalahan tersebut harus menjadi titik balik bagi tim.
Dia berkata: “Tidak peduli seberapa keras Anda mencoba dan seberapa besar Anda menginginkannya, segala sesuatunya tidak selalu berjalan sesuai keinginan Anda.
“Kami harus belajar dari kekalahan ini, memahami apa yang kami miliki dan apa yang bisa kami tingkatkan.
“Ini harus menjadi motivasi masa depan untuk memenangkan Liga Champions di tahun-tahun mendatang. Kami belum puas dengan apa yang telah kami capai.”
“Kesedihan ini harus diubah menjadi kegembiraan di masa depan” katanya, menurut Mundo Deportivo.
Perlu dicatat bahwa Pedri berjuang dengan masalah kebugaran di akhir musim, namun tetap melakukan upaya fisik dalam pertemuan intensitas tinggi saat Barcelona mencoba membalikkan defisit 2-0 dari leg pertama.
Namun, meski tersingkir, musim ini masih jauh dari selesai bagi Barcelona karena tim tersebut kini mengalihkan seluruh fokusnya ke La Liga, di mana mereka memiliki keunggulan besar.
Dengan hanya tujuh pertandingan tersisa, tim Katalan itu unggul sembilan poin dari Real Madrid dan berada di jalur yang tepat untuk mengamankan gelar liga lainnya.












