Home Politic Kesehatan. Semprotan, gel, sabun… Agen antibakteri tertentu dapat meningkatkan resistensi antimikroba

Kesehatan. Semprotan, gel, sabun… Agen antibakteri tertentu dapat meningkatkan resistensi antimikroba

16
0



Antimikroba – seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan antiparasit – adalah obat yang digunakan untuk mencegah dan mengobati infeksi pada manusia, hewan, dan tumbuhan.

Seiring waktu, bakteri dan virus lainnya dapat menjadi resisten terhadap antimikroba. Mereka tidak lagi merespons obat-obatan, sehingga mempersulit pengobatan infeksi dan meningkatkan risiko penyebaran penyakit dan kematian. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencantumkan resistensi antimikroba sebagai salah satu dari sepuluh ancaman terbesar terhadap kesehatan masyarakat global.

Produk sehari-hari

Hingga saat ini, sebagian besar upaya untuk memerangi resistensi ini terfokus pada pengurangan penggunaan antibiotik yang berlebihan dalam bidang kedokteran dan pertanian. Namun penelitian baru dari para ilmuwan di Amerika Utara, Selatan, dan Swiss menunjukkan bahwa produk rumah tangga kita mungkin juga memainkan peran penting dalam fenomena ini.

Para peneliti menyoroti bahwa bahan kimia tertentu yang disebut biosida – seperti senyawa amonium kuaterner dan kloroksilenol – banyak digunakan dalam produk umum: sabun antibakteri, tisu desinfektan, semprotan, deterjen, tekstil, plastik, dan produk perawatan pribadi. Penggunaannya melonjak selama pandemi Covid-19 dan tetap tinggi.

Namun zat-zat yang tidak memberikan manfaat tambahan jika Anda hanya mencuci tangan dengan sabun dan air, justru menyebabkan resistensi bakteri. Penelitian di laboratorium dan di dunia nyata menunjukkan bahwa bahan kimia ini, yang dilepaskan ke lingkungan, memungkinkan terjadinya perubahan genetik yang bertahan lama pada bakteri, sehingga memungkinkan mereka untuk bertahan hidup.

Pada akhirnya, modifikasi ini dapat menyebabkan strain resisten menjadi dominan. Dampaknya adalah penyebaran gen resistensi antibiotik yang mengancam efektivitas antibiotik saat kita sangat membutuhkannya.

Sementara otoritas kesehatan global, seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), atau WHO, yang telah merekomendasikan mencuci tangan dengan air dan sabun konvensional dibandingkan dengan sabun antibakteri, penulis penelitian ini menyerukan kepada WHO dan mitranya untuk mengintegrasikan isu biosida ke dalam Rencana Aksi Global Melawan Resistensi Antimikroba. Mereka meminta mereka untuk merumuskan target yang tepat untuk mengurangi penggunaannya dalam produk konsumen sehari-hari.



Source link