Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, mantan pelatih nasional Jürgen Klinsmann menyampaikan kritiknya secara langsung terhadap sepak bola Italia.
Mantan pelatih Hertha dan USMNT ini sangat kritis terhadap kecenderungan sepak bola Italia yang tidak memberikan kesempatan kepada pemain muda, sambil bercanda bahwa seseorang seperti Lamine Yamal akan bermain di divisi dua jika dia berasal dari Italia.
Lelucon Klinsmann tentang sepak bola Italia
Berbicara kepada RAI (h/t Diario SPORT), Klinsmann menggambarkan kurangnya program pengembangan pemuda di Italia dan menyebut Yamal dan Jamal Musiala.
“Mereka menanggung konsekuensi atas kurangnya manajer, pemain dengan teknik bagus, dan kepercayaan diri terhadap pemain muda. Di Italia, Lamine Yamal dan Musiala mungkin akan bermain di Serie B untuk mendapatkan pengalaman. Dan itu tidak mungkin terjadi.” katanya.
Sebagai pelatih talenta seperti Bastian Schweinsteiger dan Lukas Podolski, Klinsmann sangat paham dengan konsep pengembangan talenta. Namun dia yakin hal seperti itu tidak ada di Italia.
Selain minimnya pembinaan pemain muda, ia juga menyoroti minimnya mentalitas juara di kalangan pelatih.
“Budaya taktis juga menjadi kendala. Banyak pelatih saat ini yang masih bekerja dengan tujuan tidak kalah daripada ingin menang dengan segala cara. Dan inilah hasilnya.” dia menambahkan.
Komentar Klismann datang dalam konteks tersingkirnya Italia secara mengejutkan dari kualifikasi Piala Dunia melawan Bosnia dan Herzegovina.
Hasil ini membuat Italia tidak akan mengikuti Piala Dunia untuk tahun ketiga berturut-turut. Partisipasi terakhir dalam turnamen terkenal ini terjadi pada tahun 2014.
Klinsmann saat ini sedang menganggur, setelah terakhir kali menangani tim nasional Korea Selatan sebelum hengkang pada tahun 2024.











