Barcelona tidak merahasiakan rasa frustrasi mereka karena kehilangan Raphinha karena cedera selama jeda internasional, dan ketegangan meningkat mengenai cara menangani situasi tersebut.
Menurut laporan dari SPORT, baik Hansi Flick maupun pihak klub sangat tidak senang dengan keadaan yang menyebabkan kemunduran pemain sayap tersebut.
Masalahnya bukan hanya pada cedera itu sendiri, tetapi segala sesuatu di sekitarnya, termasuk perjalanan, jadwal, dan kurangnya kebutuhan.
Raphinha diperkirakan akan absen sekitar lima minggu setelah mengalami cedera paha saat pertandingan persahabatan Brasil melawan Prancis.
Hebatnya, klub sedang memasuki fase penting musim ini dengan hanya dua bulan tersisa dan dapat dimengerti mengapa mereka merasa kalender internasional memberikan tuntutan fisik tambahan pada para pemain.
Frustrasi dimana-mana
Yang paling membuat Barcelona kesal adalah gaya permainannya.
Permainan yang dimaksud bersifat non-kompetitif, namun memerlukan perjalanan jauh, penyesuaian zona waktu yang signifikan, dan intensitas fisik yang tinggi.
Dari sudut pandang klub, menempatkan pemain, terutama yang memiliki riwayat cedera baru-baru ini, dalam kondisi seperti itu adalah risiko yang tidak perlu.
Saat ini terdapat perasaan yang berkembang bahwa kesejahteraan pemain bukanlah prioritas.
Pasalnya, Raphinha sudah mengalami beberapa masalah otot musim ini, sehingga perawatan yang hati-hati sangat penting.
Sebaliknya, dia mendapati dirinya terlibat dalam jadwal yang menuntut yang pada akhirnya menyebabkan kemunduran lainnya.
Rasa frustrasinya berlipat ganda dengan betapa pentingnya pemain Brasil itu dalam sistem Flick.
Kehilangan dia pada saat ini akan memaksa manajer untuk mempertimbangkan kembali pilihannya pada saat konsistensi sangat penting.
Sederhananya, reaksi Barcelona sangatlah wajar. Mereka berhak untuk marah dan meskipun akan ada kompensasi dari FIFA atas kekalahan tersebut, hal tersebut tidak terlalu berpengaruh saat ini.











