Home Politic Milik. Bagaimana cara mendapatkan hipotek setelah 60 tahun?

Milik. Bagaimana cara mendapatkan hipotek setelah 60 tahun?

11
0



Banyak orang ingin mengambil hipotek setelah usia 60 tahun: untuk membeli rumah pertama, rumah kedua, atau untuk berinvestasi.

Dan hal ini dapat dilakukan jika Anda mengetahui persyaratan bank terhadap senior dan menyesuaikan proyek Anda dengan persyaratan tersebut.

Kriteria perbankan

Bank mengandalkan beberapa kriteria mendasar untuk memberikan pinjaman real estat:

  • Penghasilan yang teratur dan mencukupi: pendapatan pensiun hari tua, pendapatan tabungan atau pendapatan sewa harus stabil dan cukup tinggi untuk mendukung pembayaran bulanan.
  • Usia maksimal: menurut bank, usia berakhirnya pinjaman harus antara 75 dan 85 tahun. Jadi jangan menunggu untuk mengambil proyek real estate dan memilih pinjaman jangka pendek (maksimal 10 sampai 15 tahun).
  • Rasio utang yang wajar: persentase ini tidak boleh melebihi 35% dari pendapatan rumah tangga (berapa pun usia peminjam). Tentu saja, semua pinjaman harus diperhitungkan, bukan hanya pinjaman real estat.
  • Kontribusi pribadi: meskipun kecil, kontribusi biasanya penting bagi para manula.
  • Lebih banyak jaminan: bank memerlukan lebih banyak jaminan dari senior, seperti hipotek atau asuransi jiwa.

Pinjaman real estat klasik

Opsi pertama: pinjaman real estat klasik adalah formula yang paling umum digunakan.

Harap diperhatikan: suku bunga kredit tetap sama tanpa memandang usia peminjam.

Status kesehatan (ditunjukkan melalui kuesioner medis atau pemeriksaan kesehatan) juga mempengaruhi besarannya. Ini dapat bervariasi dari satu hingga dua, antara orang sehat dan orang lain dengan patologi.

Sebuah nasihat: bandingkan polis asuransi peminjam, yang dapat memiliki jumlah yang sangat berbeda dalam situasi yang sama.

Pinjaman hipotek

Opsi kedua: Anda biasanya tidak dapat mengambil asuransi peminjam dengan pinjaman hipotek, karena hipotek cukup untuk menutupi risikonya.

Untuk ini Anda harus memiliki rumah atau apartemen yang menjadi jaminan pinjaman.

Peminjam dapat terus menikmatinya dengan bebas. Namun jika terjadi wanprestasi, bank akan menyita barang yang digadaikan.

Janji itu

Opsi ketiga: hak gadai menggantikan asuransi peminjam.

Dalam hal ini, bukan real estat yang menanggung risiko (seperti pinjaman hipotek), tetapi tabungan peminjam: asuransi jiwa, rekening surat berharga atau rekening tabungan dengan modal terjamin.

Modalnya tidak dilepas, tapi dijadikan jaminan.



Source link