Home Politic Iran: setelah iming-iming kemenangan kilat, terjebak dalam perang

Iran: setelah iming-iming kemenangan kilat, terjebak dalam perang

7
0


Keputusan untuk melakukan serangan gabungan Israel-Amerika terhadap Iran dimotivasi oleh sebuah peluang yang dianggap luar biasa: untuk menyingkirkan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan banyak pejabat senior rezim tersebut dalam satu gerakan. Perspektif yang disampaikan Netanyahu ini meyakinkan Donald Trump untuk memberikan lampu hijau kepada Israel, meski negosiasi sedang berlangsung antara Washington dan Teheran.

Skala unjuk kekuatan ini dimaksudkan untuk menghasilkan salah satu dari dua dampak berikut: memaksa Teheran untuk menyerah, atau melemahkan rezim hingga menyebabkan mereka menghentikan program nuklir dan balistiknya. Beberapa ahli strategi bahkan berharap untuk menciptakan dinamika internal yang akan mengarah pada pergantian rezim. Trump berpikir bahwa ia akan mengulangi skenario yang sama seperti yang terjadi di Venezuela – namun perlawanan militer Iran ternyata jauh lebih keras dari perkiraan.

Respons yang cepat dan terstruktur

Peristiwa tersebut tidak berjalan sesuai rencana – atau tepatnya karena Netanyahu menjualnya kepada Trump. Dengan persenjataan besar berupa drone dan rudal balistik, Iran melancarkan respons terhadap serangan pertama: mengebom Israel dan menargetkan serangan terhadap pangkalan militer AS di negara-negara Teluk.

Fasilitas-fasilitas ini, yang dimaksudkan untuk menjamin keamanan regional, terletak di jantung konflik dan berkontribusi terhadap peningkatan risiko bagi negara tuan rumah. Pada saat yang sama, pidato AS yang mengklaim bahwa kemampuan Iran…



Source link