Musim Liga Champions Barcelona penuh dengan pemain menyerang yang menjanjikan, namun di balik permukaan terdapat kekhawatiran yang tidak kunjung hilang.
Meskipun mereka finis di tempat kualifikasi langsung untuk babak sistem gugur, itu Blaugrana Belum menyimpan satu gol pun dalam kompetisi.
Dalam sembilan pertandingan lawatannya di Eropa, Barcelona sudah kebobolan 15 gol.
Merupakan suatu berkah bahwa tim terus tampil menyerang, namun ketidakmampuan mereka menutup pertandingan secara bertahan masih menjadi masalah yang belum terselesaikan.
Lihatlah angka-angkanya
Dilihat dari angkanya, Joan Garcia, kiper pilihan utama, gagal mencatatkan clean sheet dalam enam penampilannya.
Wojciech Szczesny juga gagal mencegah gol di seluruh pertandingannya, termasuk melawan Paris Saint-Germain, Olympiakos Piraeus, dan Club Brugge.
Yang membuat situasi semakin membingungkan adalah kontrasnya penampilan Garcia di luar Liga Champions.
Sang kiper telah menunjukkan konsistensi luar biasa di semua kompetisi domestik, mencatatkan 14 clean sheet dalam 34 penampilan.
Perbedaan yang jelas ini menunjukkan bahwa masalahnya bukan pada penjaga gawang, melainkan pada cara Barcelona menangani transisi pertahanan di Eropa.
Intensitas, kecepatan dan kualitas lawan di Liga Champions tampaknya menunjukkan kesenjangan yang bisa dikendalikan di kompetisi domestik.
Melihat ke depan
Kini, saat Barcelona mempersiapkan leg kedua babak 16 besar melawan Newcastle United, pentingnya menyelesaikan masalah ini tidak bisa dilebih-lebihkan.
Mengingat hasil 1-1 di leg pertama, menjaga clean sheet akan memberikan kepercayaan diri yang sangat dibutuhkan Garcia mengingat kurangnya pengalamannya di kompetisi Eropa.
Lebih penting lagi, hal ini juga akan menghilangkan momentum dari pertahanan yang relatif lebih muda.











