Penipuan ini bisa saja berlangsung lama tanpa kesalahan penerima ini. Seperti dilansir Ouest-France, seorang pria berusia 54 tahun ditangkap karena membuat selusin identitas palsu hampir menumpuk Tunjangan sebesar 12.000 euro selama minimal dua tahun. CAF, France Travail dan CPAM tidak tahu apa yang terjadi sebelum kesalahan dilakukan oleh penerima Dana Asuransi Kesehatan Primer (CPAM) Loire-Atlantique. Seorang pria datang untuk melaporkan kesalahan ini. Tapi file yang dimaksud sudah menjadi subjek laporan.
Jadi bagian penipuan melakukan penyelidikan dan menemukan bahwa foto ID yang digunakan juga miliksekitar sepuluh file lainnya. Secara total, pria berkewarganegaraan Prancis-Jerman, yang tinggal di La Baule (Loire-Atlantique), hampir akan 239.000 euro dalam dua tahunHal ini terlihat dari penelitian Kantor Pemberantasan Penyelundupan Manusia (Oltim). Untuk mencapai tujuannya, pria tersebut menjadi ahli dalam membuat dokumen palsu, baik paspor palsu atau tes positif Covid-19 palsu.
Tidak ada jejak uangnya
Dia berhasil menggelapkan jumlah yang nyaman 12.000 euro per bulanyang diharapkan dapat dilihat kembali oleh CAF dan France Travail. Namun meski telah mengakui beberapa fakta yang dituduhkan, ia mengaku sudah tidak memiliki uang tersebut lagi. Faktanya, dia akan menyia-nyiakan segalanya untuk permainan itu. Setelah penahanan pertamanya oleh polisi pada bulan Maret 2025, dia dijadwalkan untuk diadili pada tahun 2027. Dia mempertaruhkan uang yang dikumpulkan dan hingga lima tahun penjara dan denda 375.000 euro.











