Meskipun Direktorat Pusat Polisi Kehakiman (DCPJ) mengaku secara aktif mencari mantan wakil Arnel Bélizaire, Arnel Bélizaire berjalan keliling wilayah metropolitan tanpa rasa khawatir sebelum pergi ke markas besar Dewan Pemilihan Sementara (CEP) untuk mendaftarkan partai politiknya.

Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, mantan anggota parlemen tersebut telah melewati setidaknya tiga kantor polisi tanpa ditangkap, meski Direktorat Pusat Kepolisian Kehakiman telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadapnya.
Otoritas kepolisian khususnya menuduhnya melakukan pendanaan teroris, serangan dan rencana melawan keamanan dalam negeri negara, dan melakukan hubungan kriminal.
Pemberitahuan yang diminta juga menetapkan bahwa mantan wakil tersebut dianggap “berbahaya dan bersenjata.” Polisi mengimbau siapa pun yang memiliki informasi keberadaannya untuk menghubungi layanan terkait.
Selain itu, beberapa pengamat menunjukkan bahwa tokoh-tokoh Haiti lainnya yang dijatuhi sanksi dalam beberapa tahun terakhir karena dugaan korupsi atau dugaan hubungan mereka dengan kelompok bersenjata juga hadir di CEP minggu ini.
Situasi ini menimbulkan banyak pertanyaan dalam opini publik mengenai efektivitas sistem peradilan dan kepolisian, dalam konteks nasional yang ditandai dengan krisis keamanan dan kelembagaan yang mendalam.
Barang serupa












