Lebih dari 12 jam setelah serangan Israel terhadap depot bahan bakar di Teheran, api kembali membesar dan minyak masih menyala. Asap hitam tebal terus mengepul dari depot minyak yang diserang, membuat ibu kota Iran menjadi gelap dan berkabut.
Pada Minggu pagi, warga Teheran terbangun pada Minggu pagi dengan perasaan seperti masih berada di tengah malam. Kendaraan masih terpaksa mengemudi dengan lampu depan menyala di Valiasr Avenue, yang panjangnya 17 kilometer dan melintasi ibu kota Iran dari utara ke selatan.
Cuaca hujan dengan awan kelabu tebal menambah kebingungan mengenai penyebab kegelapan yang tidak biasa ini. Di langit, awan tersebut bercampur dengan asap hitam pekat dari depo minyak yang masih terbakar. Luasnya puluhan kilometer dan meliputi Teheran, ibu kota yang luasnya 2,5 kali Paris.
Pemandangan ini memberikan kota ini suasana apokaliptik, dengan bau terbakar yang menyengat di lingkungan tertentu, pada hari kesembilan perang, yang disebabkan oleh serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.
Ini merupakan kali pertama sejak dimulainya konflik yang melanda Timur Tengah, infrastruktur minyak Iran menjadi sasaran. Empat depot minyak dan lokasi logistik produk minyak bumi di Teheran dan daerah sekitarnya menjadi sasaran serangan, yang menurut pihak berwenang menyebabkan sedikitnya enam orang tewas dan sekitar 20 orang terluka.











