Kelompok kiri di belakang Emmanuel Grégoire (sosialis, ahli ekologi, komunis dan mantan Insoumis dari L’après) akan mengumpulkan 32% suara, dibandingkan 26,5% untuk Rachida Dati, kandidat dari Partai Republik, MoDem dan UDI, menurut jajak pendapat ini.
Tiga daftar lainnya kemungkinan akan tetap berada di putaran kedua jika mereka mencapai angka 10% di putaran pertama. Ini adalah kasus Sarah Knafo (Reconquête), yang mendapat kredit sebesar 13,5%, Pierre-Yves Bournazel (Horizons-Renaissance) sebesar 12%, dan Insoumise Sophia Chikirou, yang mendapat 10,5%. Philippe Mariani, kandidat RN, diukur pada 3%.
Persatuan sayap kanan adalah satu-satunya pilihan bagi Rachida Dati
Dalam hipotesis cinta segitiga dengan penarikan diri Pierre-Yves Bournazel dan Sarah Knafo, Rachida Dati akan menang dengan 47% suara, mengungguli Emmanuel Grégoire dengan 40%. Kandidat Insoumise Sophia Chikirou akan memperoleh 13%. Berdasarkan jajak pendapat ini, hanya dengan skenario inilah Rachida Dati akan menang.
Pemungutan suara putaran kelima di putaran kedua akan membuat Emmanuel Grégoire mengalahkan Rachida Dati dengan 33% suara berbanding 30%. Jika keempat daftar Chikirou-Grégoire-Dati-Knafo dipertahankan di putaran kedua, Emmanuel Grégoire akan unggul tipis atas Rachida Dati dengan masing-masing 38,5% dan 36,5%. Dalam hipotesis segitiga Grégoire-Dati-Bournazel, Emmanuel Grégoire dengan 44,5% akan sedikit lebih tinggi dibandingkan Rachida Dati dengan 40,5%.
Terakhir, dalam duel antara Emmanuel Grégoire dan Rachida Dati, Emmanuel Grégoire mendapat skor 51%, berbanding 49% untuk Rachida Dati.
Jajak pendapat ini, seperti survei opini lainnya yang merupakan gambaran singkat tanpa nilai prediktif, dilakukan secara online dari tanggal 27 Februari hingga 6 Maret terhadap sampel yang berjumlah 1.120 orang, termasuk 1.000 orang yang masuk dalam daftar pemilih, dengan menggunakan metode kuota. Margin kesalahannya antara 1,4 dan 3,8 poin.











