Meski tak ada bukti adanya kesalahan yang dilakukan FC Barcelona, Real Madrid enggan menyerah dalam kasus Negreira.
Itu Merengueyang menampilkan diri mereka sebagai jaksa swasta dalam penyelidikan yudisial sedang berperang dengan Blaugranaterutama setelah yang terakhir memutuskan untuk memutuskan hubungan dengan proyek Liga Super dan memperkuat hubungan mereka dengan UEFA dan EFC.
Presiden Real Madrid Florentino Perez telah secara terbuka menyerang Barca lebih dari satu kali.
Mantan presiden Barcelona Joan Laporta juga ditanyai oleh pengacara Real Madrid selama kesaksiannya di pengadilan, sementara klub ibu kota juga meminta akses ke dokumen keuangan tim Catalan dari tahun 2010 hingga 2018, yang ditolak oleh hakim.
Real Madrid menuntut UEFA menghukum Barcelona
Menurut jurnalis yang berbasis di Madrid Ramon Alvarez de Mon, Real Madrid kini akan berusaha meyakinkan UEFA untuk membuka kembali proses disipliner terhadap Barcelona dalam kasus Negreira.
Mereka yakin UEFA akan mengambil tindakan yang sangat tegas terhadapnya Blaugrana.
Berdasarkan update tersebut, UEFA dapat menghukum Barcelona dengan melarang pendaftaran pemainnya dan melarang Barcelona berpartisipasi dalam kompetisi UEFA untuk jangka waktu satu hingga sepuluh tahun, tergantung pada beratnya pelanggaran.
UEFA telah menangguhkan proses disipliner dalam kasus Barça-Negreira untuk saat ini, namun Real Madrid sangat yakin bahwa hal ini dapat berubah dan mengarah pada sanksi terhadap rival berat mereka.
Laporan tersebut menyatakan bahwa UEFA tidak akan memerlukan keputusan pengadilan untuk menjatuhkan sanksi kepada Barca dan bahwa pengakuan atas pembayaran yang dilakukan kepada Jose Maria Enriquez Negreira, mantan wakil presiden Komite Teknis Wasit (CTA), akan menjadi hal yang sangat penting.
Tampaknya ini merupakan upaya sia-sia yang dilakukan klub ibu kota Spanyol untuk mengatasi masalah ini dan masih harus dilihat ke mana arahnya.











