Kembali ke negaranya setelah partisipasi resminya dalam Pertemuan Biasa ke-50 Konferensi Kepala Negara dan Pemerintahan Komunitas Karibia (CARICOM), Perdana Menteri, Alix Didier Fils-Aimé, menegaskan kembali komitmen tegas pemerintahnya untuk memulihkan kewenangan Negara di seluruh wilayah nasional.

Pada konferensi pers Kamis lalu di Salon Diplomatik Bandara Internasional Toussaint Louverture, Kepala Pemerintahan memberikan penilaian yang sangat kaya atas perjalanannya, sambil menekankan perlunya langkah-langkah nyata untuk mengembalikan Haiti ke jalur menuju stabilitas, kemakmuran dan pembangunan berkelanjutan.
Selama kunjungan resminya di Saint Kitts dan Nevis, Perdana Menteri mengadakan banyak pertemuan bilateral di Basse-Terre, terutama dengan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, Presiden CARICOM dan Perdana Menteri Jamaika, Yang Terhormat Andrew Holness, Sekretaris Jenderal CARICOM, Carla Barnett, serta dengan tokoh terkemuka CARICOM, Kenny Anthony.
Diskusi tersebut berfokus pada penguatan kerja sama regional, stabilisasi Haiti, dan penerapan inisiatif konkrit untuk mendorong keamanan dan pemulihan ekonomi.
Perdana Menteri menekankan bahwa penandatanganan Pakta Nasional untuk Stabilitas dan Penyelenggaraan Pemilu, yang dilakukan oleh lebih dari 200 partai politik, organisasi sosial-ekonomi dan aktor masyarakat sipil, disambut baik oleh mitra regional dan internasional. Pendekatan ini dipandang sebagai sinyal kuat akan keinginan para aktor di Haiti untuk mendorong dialog dan solusi nasional terhadap krisis ini.
“Mereka mengucapkan selamat kepada kelas politik, semua orang yang melakukan yang terbaik untuk menandatangani perjanjian tersebut. Kami telah mengirimkan sinyal sebagai warga Haiti, sebuah sinyal bahwa kita hidup dalam perdamaian dan stabilitas, yang membuktikan kepada seluruh dunia bahwa sebagai warga Haiti kita dapat kembali ke jalur yang benar,” kata Alix Didier Fils-Aimé.
Di sela-sela persidangan, diskusi konstruktif dilakukan dengan perwakilan Uni Emirat Arab mengenai pengembangan kemitraan strategis di bidang keamanan, investasi asing, dan pengendalian keuangan, dengan tujuan untuk memperkuat posisi regional Haiti.
Diskusi juga sedang berlangsung dengan Perdana Menteri Jamaika, Yang Terhormat Andrew Holness, dengan maksud untuk membuka kembali Kedutaan Besar Haiti di Kingston dan memperkuat kerja sama bilateral dalam memerangi perdagangan gelap dan kejahatan terorganisir, khususnya untuk peningkatan kehadiran di Teluk Port-au-Prince.
Selain itu, kepala pemerintahan berbicara dengan perwakilan Austria tentang pemberian beasiswa kepada mahasiswa Haiti.
Dia juga mengumumkan kontribusi lebih dari $2 juta dari Finlandia untuk mendukung respons terhadap krisis kemanusiaan di Haiti.
Perdana Menteri menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Amerika Serikat dan mitra internasional lainnya atas dukungan mereka dalam pembentukan Pasukan Penindas Geng (GRF) dan memperkuat kemampuan pasukan keamanan nasional. Ia mengingatkan bahwa pemulihan hukum dan ketertiban merupakan syarat penting bagi terselenggaranya pemilihan umum yang kredibel dan konsolidasi demokrasi.
Terakhir, Kepala Pemerintahan menegaskan kembali tekadnya untuk bekerja sama dengan semua mitra nasional dan internasional untuk menjamin keamanan, memulihkan kepercayaan, dan secara tegas berkomitmen pada jalur pembangunan berkelanjutan dan inklusif.
Barang serupa












