Home Sports Laporta menyampaikan pesan memilukan kepada Koeman setelah menjadi presiden Barcelona: ‘Anda bukan...

Laporta menyampaikan pesan memilukan kepada Koeman setelah menjadi presiden Barcelona: ‘Anda bukan pelatihnya’

6
0


Kembalinya Joan Laporta menjadi presiden FC Barcelona pada tahun 2021 ditandai dengan beberapa keputusan sulit.

Salah satu tantangan yang paling mendesak adalah mengambil posisi kepemimpinan yang saat itu ditempati oleh legenda klub Ronald Koeman.

Dalam pratinjau editorial Diario SPORT baru-baru ini untuk buku barunya ‘Inilah cara kami menyelamatkan Barca’, Laporta berbicara tentang percakapan jujur ​​yang dia lakukan dengan pelatih asal Belanda itu tak lama setelah menjabat.

Apa yang dikatakan Laporta kepada Koeman

Meski presiden mengakui status pahlawan Koeman di klub, ia mengaku tidak melihatnya sebagai orang yang tepat untuk memimpin proyek olahraga barunya.

“Ketika saya menjadi presiden, Ronald mendatangi saya bersama agennya Jansen dan bertanya kepada saya: ‘Apakah saya pelatih Anda?'” Laporta mengenang kutipan tersebut.

“Dan saya berkata kepadanya: ‘Ronald, bagi saya kamu adalah seorang legenda; saya menangis di Wembley tetapi saya harus memberitahu kamu bahwa kamu bukanlah seorang legenda'” dia menambahkan.

Ronald Koeman bukanlah pelatih ideal bagi Laporta. (Foto oleh Aitor Alcalde/Getty Images)

Tak heran, mantan bek tersebut tak bereaksi positif terhadap kabar memilukan tersebut. “Dia sama sekali tidak menanganinya dengan baik.” Laporta mengakui.

Bos klub kemudian menjelaskan rencana awalnya, termasuk merekrut pelatih Barcelona saat ini. “Apa yang saya rencanakan” Laporta menambahkan Koeman, “Ini tentang memilih pelatih yang saya inginkan, yaitu Hansi Flick, tapi kemudian dia melatih Jerman dan itu tidak mungkin.”

Karena ketidaktersediaan Flick, Koeman diberikan bantuan sementara. Laporta mengatakan kepadanya: “Jika dia tidak bisa, tidak apa-apa bagi Anda untuk move on.

Namun perjanjian ini hanya berumur pendek. Kekalahan menyakitkan melawan Rayo Vallecano pada bulan Oktober akhirnya menyebabkan pemecatan Koeman dan penandatanganan Xavi Hernández, yang dipuji Laporta karena memberikan dorongan baru pada proyek olahraga di saat kesulitan besar.

Meskipun pengusiran tersebut tidak diragukan lagi membebani dinamika mereka, Laporta menegaskan bahwa luka antara kedua kepribadian tersebut akan sembuh seiring berjalannya waktu.

“Saat itu hubungan dengan Koeman terpengaruh, namun seiring berjalannya waktu kami merestrukturisasi hubungan ini. Ronald adalah seorang profesional dan pribadi yang hebat.” dia menyimpulkan.



Source link