Barcelona akhirnya bisa merasakan rasa keadilan setelah otoritas wasit mengambil tindakan menyusul insiden kontroversial pada laga melawan Girona.
Laporan dari AS kini mengonfirmasi bahwa wasit VAR David Galvez Rascon telah menerima hukuman terberat di antara para wasit pada putaran ini dan akan dilarang tanpa batas waktu.
Keputusan tersebut diambil setelah momen penting dalam pertandingan yang sangat mempengaruhi hasil.
Dalam rangkaian serangan yang berujung pada gol Girona 2-1, terjadi benturan jelas antara Claudio Echeverri dan Jules Kounde.
Bek asal Prancis itu terjatuh, namun pertandingan tetap dilanjutkan dan gol dibiarkan sahih.
Para pemain dan staf pelatih Barcelona segera memprotes, percaya bahwa pelanggaran tersebut seharusnya dilakukan.
CTA mengakui kesalahan
Setelah meninjau kejadian tersebut, Komite Teknis Wasit (CTA) menyimpulkan bahwa campur tangan Kounde adalah tindakan yang ceroboh dan seharusnya mengakibatkan pelanggaran.
Lebih penting lagi, ruang VAR seharusnya melakukan intervensi untuk mengingatkan wasit di lapangan dan merekomendasikan peninjauan kembali.
🚨 𝗕𝗥𝗘𝗔𝗞𝗜𝗡𝗚: Komite wasit Spanyol telah memutuskan untuk menskors wasit VAR yang tidak memutuskan menghitung pelanggaran terhadap Kounde tadi malam.
Mereka juga menskors wasit VAR pada pertandingan antara Real Madrid dan Real Sociedad, yang memberikan penalti setelah melompat dari… pic.twitter.com/v9wZUf7GTO
— Garis Sampingan | 𝐓 (@TouchlineX) 17 Februari 2026
Akibatnya, CTA memutuskan untuk memberhentikan Galvez Rascon dari tugas resminya pada akhir pekan.
Panel wasit melangkah lebih jauh dan memberlakukan apa yang disebut “pembekuan”, yaitu larangan bermain hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Tinjauan teknis panitia sampai pada kesimpulan yang jelas mengenai insiden tersebut.
Dalam penilaian mereka, tindakan Echeverri terhadap Kounde adalah tindakan ilegal dan seharusnya dihukum sebelum penyerangan dilanjutkan.
Artinya, seluruh rangkaian gol yang mengarah ke gol kedua Girona tidak dihitung.
Sementara itu, para pemain Barcelona tak menahan diri usai pertandingan. Beberapa pemain mengungkapkan ketidaksenangan mereka, dengan Hansi Flick dan presiden klub Joan Laporta secara terbuka mengkritik keputusan tersebut.
Mereka berpendapat bahwa pelanggaran terhadap Kounde sudah jelas dan seharusnya tim VAR turun tangan untuk memperbaiki kesalahan tersebut.











