Ini bukan hari Kamis yang baik bagi Hansi Flick dan FC Barcelona karena mereka menderita kekalahan telak 4-0 melawan Atlético Madrid di Riyadh Air Metropolitano.
Seperti diberitakan sebelumnya, ahli taktik asal Jerman ini sama sekali tidak senang dengan apa yang dilihatnya dari para pemainnya, terutama di babak pertama, dan dengan tegas menyatakan hal tersebut kepada mereka.
Namun, di saat yang sama, menurut SPORT, Flick sempat marah dan frustrasi kepada wasit saat pertandingan berlangsung Los Rojiblancos.
Flick terkejut
Menurut laporan tersebut, Flick memang semakin kesal dengan pihak manajemen selama laga di Metropolitano.
Momen yang paling membuatnya marah tidak diragukan lagi adalah gol Pau Cubarsi yang dianulir di awal babak kedua, ketika Barca kembali ke lapangan dengan sikap yang sangat berbeda dan seharusnya bisa kembali bermain.
Dari posisinya di bangku cadangan tandang, Flick yakin Cubarsi tidak offside. Dia yakin gol itu sah sejak awal dan merayakannya dengan hati-hati namun penuh semangat, yakin itu bisa menandai titik balik dalam permainan.
Karena itu, dia tidak mengerti apa pun saat VAR turun tangan. Dia juga merasa terganggu dengan penundaan memalukan selama tujuh menit hingga keputusan diambil, yang benar-benar merusak momentum tim Catalan setelah jeda turun minum.
Episode kontroversial di Metropolitano membuat marah Flick, yang sudah khawatir ketika Giuliano Simeone mendapat kartu merah beberapa menit sebelumnya karena serangan yang sangat keras terhadap Alejandro Balde.
Flick tidak mengerti apa-apa dan meminta penjelasan kepada tim wasit di akhir pertandingan, setelah konferensi pers di mana dia bersikap tertutup tentang kinerja buruk para pemainnya tetapi menjelaskan kemarahannya kepada wasit.











