Kekalahan telak 4-0 Barcelona dari Atlético Madrid di leg pertama semifinal Copa del Rey memang cukup menyakitkan, namun di ruang ganti rasa frustrasi bukan hanya datang dari hasil.
Sebagian besar kemarahan ditujukan pada gol Pau Cubarsi yang dianulir, sebuah keputusan yang membuat beberapa pemain tercengang.
Gol tersebut dianulir setelah tinjauan VAR panjang yang berlangsung lebih dari enam menit.
Wasit Juan Martinez Munuera menunggu konfirmasi dari pejabat VAR Pablo Gonzalez Fuertes yang harus mengandalkan garis offside manual karena sistem offside semi otomatis tidak tersedia.
Keputusan ini menjadi salah satu perbincangan utama usai laga, khususnya di kalangan pemain Barcelona.
Terobosan oleh Frenkie de Jong
Gelandang Frenkie de Jong adalah salah satu pemain yang paling vokal, secara terbuka mengungkapkan ketidakpercayaannya saat berbicara kepada media internasional di zona campuran.
Setelah melihat sendiri gambarnya, gelandang asal Belanda itu menegaskan bahwa dia tidak setuju dengan keputusan akhir tersebut.
“Saya melihat gambarnya setelah itu dan Anda dapat melihat dengan jelas bahwa tidak ada offside.
‼️ POLÉMICA EN EL METROPOLITANO.
VAR menghentikan permainan Barca di pertandingan terakhir… pic.twitter.com/ZDkMB7iPpk
— TV El Chiringuito (@elchiringuitotv) 12 Februari 2026
“Dalam gambar offside yang ditampilkan di TV Anda tidak melihat kontak dengan bola, dan kemudian Anda melihat gambar di mana Fermin menembak dan bek berada satu meter di belakang Robert.
“Menurutku ini sangat aneh” kata De Jong, dikutip Mundo Deportivo.
Gelandang Barcelona itu juga menegaskan bahwa wasit di lapangan tidak bertanggung jawab penuh atas situasi tersebut.
Sebaliknya, ia berpendapat bahwa masalah sebenarnya terletak pada proses VAR dan gambar yang digunakan.
“Dia (ofisial pertandingan) tidak bisa berbuat banyak karena dia juga menunggu.
“Dia tidak punya gambar atau videonya. Tapi VAR punya. Gambar yang saya lihat, kalau bukan AI, Anda tidak bisa membedakannya lagi.”
“Kalau ini fotonya, itu skandal karena sangat jelas” gelandang yang tampak frustrasi itu menambahkan.











