Seperti diberitakan baru-baru ini, FC Barcelona sedang bernegosiasi dengan perusahaan asal Dubai dan Abu Dhabi untuk melisensikan merek klub tersebut untuk proyek real estate di Timur Tengah.
Ini adalah sumber pendapatan tambahan yang Blaugrana Dewan berusaha untuk lebih memperkuat situasi ekonomi klub.
Dan pasar Timur Tengah dianggap sebagai salah satu kawasan paling strategis bagi tim Catalan untuk lebih meningkatkan penjualan.
Lampu hijau untuk proyek Dubai
Ya, dengan keras Sukan MundoDari dua tawaran yang diterima Barcelona untuk melisensikan mereknya di Uni Emirat Arab, klub Catalan itu akhirnya memilih perusahaan Aspin Holdings yang bermarkas di Dubai.
Perusahaan kini merencanakan empat menara hunian di kawasan mewah dengan branding Barcelona, serupa dengan pengembangan dengan nama Mercedes-Benz dan Bugatti atau pusat perbelanjaan dengan branding Louis Vuitton.
Sebaliknya, kemitraan yang kehilangan momentum dan kini dikesampingkan oleh Barcelona adalah proposal dari Abu Dhabi, yang mencakup kompleks perumahan kelas atas.
Menurut laporan tersebut, ada keraguan yang masuk akal di dalam klub mengenai kesesuaian proyek ini, karena Chelsea FC dan Manchester City terlibat.
Barcelona telah menerima deposit sebesar 6-8 juta euro untuk perjanjian dengan proyek real estat Dubai, yang menurutnya klub akan melisensikan merek Barca untuk jangka waktu 30-40 tahun.
Selain itu, pendapatan tahunan diharapkan sekitar €10 juta dan pengembangannya juga akan mencakup toko klub dan museum kecil.
Kesepakatan dengan Aspin Holdings tersebut harus disahkan dalam rapat umum luar biasa yang digelar usai pemilihan presiden pada Minggu, 15 Maret.
Namun kemitraan ini tidak mengharuskan logo Aspin Holdings yang akan muncul di depan gedung harus muncul di bagian belakang jersey, bukan ACNUR yang masa perjanjiannya berlaku hingga 30 Juni.
Persyaratan ini termasuk dalam potensi kesepakatan dengan perusahaan Abu Dhabi, yang kini menjadi prospek yang jauh bagi Barcelona.











