Meskipun perundingan perdamaian sepertinya tidak pernah berakhir, Ukraina masih sering dibom oleh Rusia. Pada hari Sabtu, 7 Februari, Kiev mengecam beberapa serangan terhadap fasilitas energinya, yang membuat jutaan orang kehilangan aliran listrik di tengah musim dingin. Oleh karena itu, Ukraina terus mengembangkan senjatanya dan akan segera memiliki dua rudal baru: FP-7 dan FP-9, lapor L’Indépendant. Mereka terinspirasi oleh rudal permukaan-ke-udara 48N6 Rusia, namun jauh lebih ringan.
FP-7 dapat mencapai 1.500 meter per detik (5.400 km/jam) dengan muatan 150 kg. Pesawat ini dapat terbang hingga 250 detik dan diluncurkan dari platform darat. Namun FP-9-lah yang menjadi ancaman terbesar bagi Moskow. Dengan berbagai 855 kilometerkecepatannya bisa mencapai 1.200 meter per detik (4.320 km/jam). Apalagi mampu membawa beban seberat 800 kg. Hal ini akan memungkinkan pasukan Ukraina untuk menyerang jauh ke dalam Rusia.
Ancaman bagi Moskow
Ukraina belum menyatakan keinginannya untuk menyerang ibu kota Rusia, yang tampaknya tidak mungkin dilakukan. Di sisi lain, rudal FP-9 bisa mencapainya. Moskow memang sendirian 450 km dari perbatasan terdekat Ukraina dan rudalnya bisa mencapai 855 kilometer. Senjata baru ini seharusnya memberi bobot ekstra pada Ukraina dalam perundingan perdamaian. Dua roket baru perusahaan Titik api seharusnya siap pada akhir tahun 2025, namun pengembangannya tertunda.











