Setelah mengalahkan Kopenhagen, Barcelona mencapai tonggak sejarah yang tidak diinginkan dengan kebobolan satu gol dalam 11 pertandingan Liga Champions berturut-turut.
Namun terlepas dari semua kelemahan pertahanan mereka, Barcelona tampil baik dalam menyerang musim ini dan, khususnya, telah membuktikan diri mereka sebagai tim ofensif terbaik kedua di seluruh Eropa musim ini.
Sebuah kekuatan yang harus diperhitungkan
Menurut data yang dihimpun Mundo Deportivo, Barcelona telah mencetak hingga 91 gol di semua kompetisi musim ini, hanya tertinggal dari Bayern Munich (106) dalam performa keseluruhan.
Tim Catalan telah secara signifikan mengungguli rival terberat mereka di Eropa dan jauh mengungguli Manchester City (81), PSG (81) dan rival beratnya Real Madrid (78).
Yang membuat dominasi Barcelona unik adalah tim tidak sepenuhnya bergantung pada satu pemain saja. Sementara Real Madrid sangat bergantung pada Kylian Mbappe (40 gol) dan Bayern mengandalkan Harry Kane (39), Barcelona telah mendemokratisasikan serangan mereka.
Delapan pemain Barcelona yang berbeda telah mencetak lebih dari 10 gol (gol plus assist) musim ini. Sebagai perbandingan, Real Madrid, Manchester City, Bayern, dan PSG masing-masing hanya punya lima pemain yang mampu mencapai ambang dua digit tersebut.
Kerjasama ini dipimpin oleh Lamine Yamal yang berada di puncak klasemen dengan kontribusi 24 gol (12 gol, 12 assist).
Diikuti oleh Fermin Lopez dengan 21 kontribusi dan Marcus Rashford yang tampil luar biasa dengan 19 (9 gol, 10 assist).
Kedalamannya terus berlanjut, dengan Raphinha (18), Ferran Torres (16), Robert Lewandowski (13), Dani Olmo (11) dan Pedri (10) semuanya memberikan kontribusi yang signifikan.
Pembagian tanggung jawab ini menjadi krusial bagi Flick, apalagi di antara para striker musim ini, hanya Rashford dan Roony Bardghji yang terhindar dari cedera.











