Paris Saint-Germain telah menyelesaikan penandatanganan Pedro “Dro” Fernandez dari Barcelona dan rincian baru dari MARCA menunjukkan kesepakatan itu dicapai melalui diplomasi penuh daripada negosiasi agresif.
Penggerebekan tersebut konon bukan dilakukan secara tiba-tiba, melainkan dilakukan dengan penuh rasa hormat.
Salah satu elemen terpenting dari operasi ini adalah hubungan institusional yang kuat antara Barcelona dan Paris Saint-Germain.
Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi bertekad untuk tidak terlibat konflik dengan Joan Laporta.
Karena itu, PSG tak berkutik hingga situasi benar-benar jelas. Hanya ketika Dro secara pribadi memberi tahu Barcelona tentang niatnya untuk pergi, PSG mengaktifkan pendekatannya.
Bagaimana perpindahan itu terjadi?
Hingga saat itu belum ada tekanan dari Paris. Barcelona sudah menghadapi kekecewaan karena kehilangan gelandang kelas atas dan PSG berhati-hati untuk tidak memperburuk situasi.
Setelah posisi pemain resmi, fokus beralih dari retensi ke menemukan target yang paling sesuai.
Pada titik ini, PSG berada pada posisi yang tepat untuk bernegosiasi secara tenang dan langsung dengan Barca.
Baik Manchester City maupun Borussia Dortmund menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap Dro. Namun, PSG-lah yang berhasil memasukkan setiap potongan teka-teki tersebut ke tempatnya.
Kombinasi dari rencana olahraga yang jelas, dialog yang saling menghormati dengan Barcelona dan preferensi pemain pada akhirnya memberikan keuntungan bagi Paris.
Dari sudut pandang PSG, kesepakatan tersebut jelas lebih tinggi dari biaya transfer yang dilaporkan sebesar €8,5 juta.
Pasalnya, manajer PSG Luis Enrique dan agen olahraga Luis Campos memandang Dro sebagai orang yang cocok dengan identitas baru klub.
Faktor penentu PSG adalah preferensi pemain, proyek olahraga klub yang kuat, dan hubungan idealnya dengan Barcelona











