Home Sports Pelatih Oviedo memuji kecemerlangan bakat Barcelona: ‘Seorang pemain dari galaksi lain’

Pelatih Oviedo memuji kecemerlangan bakat Barcelona: ‘Seorang pemain dari galaksi lain’

65
0


Pelatih Real Oviedo Guillermo Almada tak segan memuji kecemerlangan individu setelah timnya dikalahkan 3-0 oleh Barcelona.

Sementara hasilnya berpihak pada BlaugranaAlmada menegaskan, pertandingan berjalan jauh lebih kompetitif dibandingkan hasil akhir yang diharapkan, terutama di babak pertama.

Pujian khusus diberikan oleh pelatih Oviedo Lamine Yamal yang gol akrobatik spektakulernya bahkan menuai decak kagum dari bangku cadangan lawan.

Berkaca pada momen tersebut, Almada secara terbuka mengakui kualitas unik striker muda Barcelona tersebut, dengan mengatakan:

“Dia adalah pemain dari galaksi lain karena keputusan yang diambilnya pada momen-momen penting. Meski usianya masih muda, dia adalah sosok krusial di momen-momen krusial.”

Analisis kekalahan

Meski kalah, Almada tetap ingin mempertahankan pendekatan timnya. Dia menjelaskan bahwa kekalahan tersebut disebabkan oleh kesalahan kecil namun merugikan, bukan karena kurangnya usaha atau struktur.

Menurutnya, Oviedo sudah menanggung akibatnya “Kesalahan individu” Dan “kurangnya definisi”.

Lamine Yamal mencetak gol fantastis melawan Oviedo. (Foto oleh Alex Caparros/Getty Images)

Pelatih Oviedo itu mengaku frustrasi setelah melihat anak asuhnya berkompetisi dengan baik dalam jangka waktu yang lama. Dia berkata:

“Saya merasa sedikit sedih. Kami memainkan permainan yang bagus, berkompetisi dengan kesetaraan dan kesalahan merugikan kami di area yang tidak mampu kami tanggung.

“Kualitas para pemain yang kami hadapi membuat mereka tidak akan memaafkan kami atas hal itu. Sayangnya hal itu membuat kami kehilangan pertandingan pada akhirnya.”

Almada juga menyoroti seberapa baik timnya membatasi Barcelona sejak awal. Ia merasa Oviedo solid dalam bertahan dan baru kehilangan kendali setelah kesalahan individu mengubah momentum.

“Kami solid. Sayangnya, kami membuat kesalahan individu di area berbahaya yang tidak dapat kami maafkan.

“Saya tidak ingat Barcelona punya peluang di babak pertama dan setelah gol saya hanya ingat satu atau dua lagi karena kami mengambil lebih banyak risiko.”

Dia sampai pada kesimpulan “Pertandingan berjalan sangat seimbang di babak pertama. Tidak mudah mengendalikan Barcelona seperti yang kami lakukan.”

Sumber: Mundo Deportivo



Source link