Home Politic kandidat untuk kursi permanen harus membayar $1 miliar

kandidat untuk kursi permanen harus membayar $1 miliar

37
0


Tiket masuk emas. Kandidat yang mengklaim bahwa untuk mendapatkan kursi permanen di ‘Dewan Perdamaian’, yang diusulkan dan diketuai oleh Donald Trump, yang mengemban misi untuk ‘mempromosikan stabilitas di dunia’, ia harus membayar ‘lebih dari satu miliar dolar tunai’, menurut ‘piagam’ yang diperoleh AFP pada hari Senin.

“Dewan Perdamaian adalah sebuah organisasi internasional yang bertujuan untuk meningkatkan stabilitas, memulihkan pemerintahan yang dapat diandalkan dan sah serta menjamin perdamaian abadi di wilayah yang terkena dampak atau terancam konflik,” kita dapat membaca dalam pembukaan piagam yang dikirimkan kepada negara-negara yang diundang untuk duduk di sana.

Teks setebal delapan halaman tersebut segera mengkritik ‘pendekatan dan institusi yang terlalu sering gagal’, yang jelas-jelas menyinggung PBB, dan menyerukan ‘keberanian’ untuk ‘menyimpang’ dari pendekatan dan institusi tersebut. Ia juga menggarisbawahi “perlunya organisasi perdamaian internasional yang lebih tangkas dan efektif.”

Donald Trump akan menjadi “Presiden pertama Dewan Perdamaian”, yang mempunyai kewenangan yang sangat luas: ia adalah satu-satunya yang berwenang untuk mengundang kepala negara atau pemerintahan lain untuk bergabung dengan Dewan, ia dapat menarik partisipasi mereka kecuali dalam kasus “veto oleh dua pertiga mayoritas negara anggota”, dan memiliki hak untuk meninjau ulang semua suara.

“Setiap Negara Anggota akan melaksanakan mandat untuk jangka waktu maksimum tiga tahun sejak berlakunya Piagam ini, yang dapat diperpanjang oleh Presiden. Mandat tiga tahun ini tidak berlaku bagi Negara-negara Anggota yang memberikan kontribusi lebih dari US$1 miliar tunai kepada Dewan Perdamaian pada tahun pertama setelah berlakunya Piagam,” tambah rancangan tersebut, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Pada saat yang sama, Kremlin mengindikasikan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah diundang. “Presiden (Vladimir) Putin telah menerima undangan melalui saluran diplomatik untuk berpartisipasi dalam komposisi Dewan Perdamaian,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada briefing harian pada hari Senin. Dia tidak memberikan indikasi mengenai tanggapan Vladimir Putin dan menyebutkan bahwa Rusia ingin mengklarifikasi “semua hal” dari proposal ini dengan Washington.

Banyak pemimpin asing telah menerima undangan untuk bergabung dengan entitas baru ini dimana Donald Trump telah mengumumkan niatnya untuk mengambil alih kursi kepresidenan. Gedung Putih mengumumkan bahwa berdasarkan rencana yang didukung Washington untuk mengakhiri perang di Gaza, ‘Dewan Perdamaian’ akan dibentuk di bawah kepemimpinan Donald Trump. Nama-nama pertama diungkapkan oleh kepresidenan AS dan tokoh-tokoh lainnya mengumumkan bahwa mereka telah menerima undangan.



Source link