Tentara Suriah merebut kembali ladang minyak terbesar di Suriah dari pasukan Kurdi pada hari Minggu, 18 Januari, dan melanjutkan serangannya di utara dan timur negara itu, yang dimulai segera setelah pertempuran di lingkungan Kurdi di Aleppo. Serangan ini menandai keinginan kekuatan baru Suriah untuk memperluas kendalinya atas negara tersebut dengan kekerasan.
Pasukan pemerintah kini mendekati Raqqa, bekas ibu kota ‘Negara Islam’ (Daesh), di provinsi dengan nama yang sama, di mana mereka mengumumkan pada hari Minggu bahwa mereka telah menguasai kota Tabqa.
Presiden Suriah Ahmed Al Charaa mengkonfirmasi pada hari Jumat, 16 Januari, bahwa ia akan memberikan hak nasional yang belum pernah terjadi sebelumnya kepada suku Kurdi melalui dekrit, khususnya mengakui bahasa mereka sebagai bahasa resmi. Keputusan yang dibuat untuk menenangkan Amerika Serikat, menyebabkan…











