Kemenangan Barcelona di Piala Super Spanyol atas Real Madrid dirayakan tidak hanya dengan trofi, tapi juga dengan rasa persatuan dan keyakinan yang kini mengalir dalam tim.
Menurut laporan rinci dari Mundo Deportivo, perayaan setelah final memberikan gambaran mendalam tentang semangat tim yang merasa sedang membangun sesuatu yang istimewa di bawah asuhan Hansi Flick.
Adegan pertama perayaan dimulai tepat di lapangan. Segera setelah peluit akhir berbunyi memastikan kemenangan atas rival terbesar mereka, para pemain dan staf berkumpul untuk menikmati momen.
Setelah trofi diangkat, keluarga diundang ke lapangan, menambah tingkat emosional dan pribadi pada pencapaian tersebut.
Laporta dalam fokus
Oleh karena itu, presiden klub Joan Laporta berada tepat di tengah perayaan tersebut.
Alih-alih menonton dari jauh, ia membenamkan dirinya dalam aksi, bernyanyi, menari, dan berbagi momen dengan para pemain dan staf.
Kehadirannya menegaskan rasa persatuan antara dewan direksi dan ruang ganti, yang sering disorot sebagai pilar utama stabilitas Barcelona saat ini.
Anda belum melihat semuanya dari final đź‘€ pic.twitter.com/oKujJCiIup
– FC Barcelona (@FCBarcelona) 12 Januari 2026
Perayaan tidak berakhir di stadion. Mereka mengikuti tim ke ruang ganti, ke bus tim dan kemudian ke pesawat kembali dari Arab Saudi.
Musik menjadi soundtrack malam itu dan menciptakan suasana hidup dan santai.
Irama urban mendominasi playlist, terutama reggaeton dan Latin dembow, bercampur dengan suara Afro-trap dan urban Prancis.
Anak laki-laki memasuki panggung
Para pemain muda lah yang benar-benar menghidupkan pesta tersebut. Pusat energinya adalah Lamine Yamal, Alejandro Balde, Roony Bardghji dan Marc Casado.
Lagu populer seperti “Y Que Fue?” oleh Don Miguelo, “La Romana” oleh Bad Bunny, “Aucune attachment” oleh KeBlack dan “Afro Trap Pt.4” oleh MHD dimainkan sepanjang malam, mengubah bus dan kabin menjadi perayaan yang mengharukan.
Lebih penting lagi, setelah meraih gelar keempat di era Flick, semakin besar keyakinan bahwa tim Barcelona ini tidak sekadar meraih trofi tetapi memposisikan diri sebagai pesaing serius untuk musim bersejarah.










