Barcelona sedang mempersiapkan final Piala Super Spanyol melawan Real Madrid dengan rasa stabilitas dan kepercayaan diri yang hilang beberapa bulan lalu.
Menurut laporan dari El Larguero, pelatih kepala Hansi Flick telah memutuskan untuk mengandalkan starting XI yang sama yang membongkar Athletic Club 5-0 di semifinal.
Namun, rencana tersebut bukannya tanpa sedikit penyesuaian. Flick diperkirakan hanya akan melakukan satu perubahan pada susunan pemain ini, menggantikan Lamine Yamal di sayap kanan menggantikan Roony Bardghji.
Tim Barcelona lainnya
Final mendatang ini berlangsung dalam konteks yang sangat berbeda dengan pertemuan El Clasico terakhir antara kedua tim.
Pada tanggal 26 Oktober, Barcelona menderita kekalahan tipis 2-1 di Santiago Bernabeu dalam pertandingan yang menyoroti keterbatasannya saat itu.
Pertemuan ini terjadi dalam keadaan yang sangat sulit, dengan Barcelona kehilangan hingga tujuh pemain kunci dan Flick bahkan tidak duduk di bangku cadangan.
Tim memasuki pertandingan dalam kondisi lemah secara fisik dan mental, dan hasilnya mencerminkan kenyataan tersebut.
Maju cepat ke sekarang, dan gambarannya telah berubah secara dramatis. Barcelona telah mengalami perubahan signifikan baik dalam tingkat performa maupun ketersediaan skuad.
Pemain yang cedera telah kembali dan persaingan memperebutkan tempat meningkat. Perkembangan ini juga tercermin dalam bentuk domestik mereka Blaugrana sedang menikmati performa luar biasa di La Liga.
Sejak kekalahan di Bernabeu itu, Barcelona telah memenangkan sembilan pertandingan liga, mengukuhkan diri mereka dengan percaya diri di puncak dan memulihkan kepercayaan diri pada tim.
Tidak ada eksperimen
Terlepas dari kemajuan ini, Flick menahan diri dari eksperimen yang tidak perlu.
Lini pertahanan diisi Jules Kounde, Pau Cubarsi, Eric Garcia dan Alejandro Balde, empat bek yang menunjukkan keseimbangan antara soliditas dan dukungan menyerang.
Di lini tengah, Pedri dan Frenkie de Jong akan berperan sebagai poros ganda, memberikan kontrol, kreativitas, dan ketenangan.
Di depan mereka, Raphinha harus mengambil peran sebagai gelandang serang, menggabungkan permainan dan tekanan tinggi.
Di posisi sayap, Marcus Rashford dan Yamal memberikan kecepatan dan ancaman langsung, sementara Ferran Torres akan memimpin sebagai striker tengah.











