Raksasa Jepang Toyota mengumumkan penandatanganan perjanjian kerja sama strategis dengan pabrikan China Sinotruk, yang mengkhususkan diri pada truk berat. Bersama-sama, kedua perusahaan berencana mengembangkan truk sel bahan bakar generasi baru untuk pasar Tiongkok.
Kemitraan untuk logistik rendah karbon
Selain produksi truk H2 yang sederhana, Toyota dan Sinotruk ingin membangun ekosistem lengkap seputar hidrogen. Sasaran: Untuk mempromosikan logistik yang lebih bersih dan netral karbon di Tiongkok.
Perjanjian ini memberi Toyota jalur akses istimewa ke pasar Tiongkok untuk menerapkan teknologi sel bahan bakarnya. Pabrikan baru saja menghadirkan sistem sel bahan bakar generasi ketiga, yang dirancang untuk berbagai macam kendaraan, mulai dari mobil penumpang hingga truk.
Teknologi disesuaikan dengan kendaraan komersial berat
Menurut Toyota, sistem baru ini menonjol karena kekompakannya, sehingga memudahkan integrasi ke berbagai jenis kendaraan komersial. Ia juga menjanjikan performa dan daya tahan setara mesin diesel, sekaligus menghasilkan nol emisi.
Peluncuran teknologi baru ini direncanakan mulai tahun 2026 di beberapa pasar utama: Jepang, Eropa, Amerika Utara… dan tentu saja China.
Sinotruk, pemain yang sudah terlibat dalam hidrogen
Sebaliknya, Sinotruk, melalui anak perusahaannya, China National Heavy Duty Truck Group (CNHTC), masih belum berada pada tahap awal dalam hal hidrogen. Tahun lalu, pabrikan tersebut menjual 6.166 truk sel bahan bakar di Tiongkok, yang menunjukkan pasar yang berkembang pesat.
Melalui kemitraan ini, Toyota dan Sinotruk bertujuan untuk mempercepat demokratisasi hidrogen di sektor transportasi jalan raya dan meletakkan dasar bagi mobilitas industri yang lebih berkelanjutan di Tiongkok.
Ini mungkin (juga) menarik minat Anda











