Masa depan Robert Lewandowski di Barcelona terus menimbulkan perdebatan, namun perspektif baru dari seseorang yang mengenalnya dengan baik menawarkan kejelasan, bukan ketidakpastian.
Sebastian Staszewski, penulis Lewandowski. Prawdziwy (Lewandowski. The Real One) telah berbicara secara terbuka tentang pola pikir sang striker saat ini dan pandangan jangka panjangnya, memperjelas bahwa sang striker merasa nyaman dan puas di Catalonia.
Lewandowski memasuki fase alami dalam karirnya di mana adaptasi menjadi hal yang penting.
Meski ia tetap menjaga standar fisik tertinggi dan menjaga dirinya secara detail, ia juga menerima bahwa perannya tidak lagi sama seperti beberapa tahun lalu.
Lewandowski bahagia di Barcelona
Dalam wawancara dengan SPORT, Staszewski memberikan wawasan langka tentang kebahagiaan pribadi Lewandowski setelah bertemu dengannya baru-baru ini.
“Dia sangat bahagia. Saya bertemu dengannya beberapa hari yang lalu. Dan apa yang saya lihat di matanya adalah kebahagiaan. Karena iklim, orang-orangnya, energinya, klubnya, gol-gol yang dia cetak.”
Staszewski memberikan kontras yang jelas dengan pertandingan terakhir Lewandowski di Jerman, dengan menambahkan:
“Dia sudah menjadi pemain yang sangat sukses. Namun di hari-hari terakhirnya di FC Bayern, menurut saya dia bukan orang yang bahagia.”
Menurut Staszewski, perubahan sejak pindah ke Barcelona terlihat jelas, baik secara profesional maupun pribadi. Dia menjelaskan,
“Dia pasti bahagia dalam beberapa hari terakhir di sini dan dia juga seorang legenda sepak bola. Keluarganya, putrinya juga bersekolah di Castelldefels, Anna punya studio sendiri.”
Perasaan stabil ini memperkuat ikatan Lewandowski dengan kota dan klub.
“Jadi itulah tempatnya, di mana dia bisa bertahan selama satu atau dua tahun lagi. Itu akan tergantung pada keputusan klub, Flick dan Laporta. Tapi itulah tempatnya.”
Lebih lanjut tentang mentalitas Lewandowski
Staszewski pun membeberkan pengakuan pribadi dari Lewandowski sendiri.
“Dia pernah berkata kepada saya: ‘Saya akan sangat menyesal jika saya tidak menandatangani kontrak dengan Barca.’ Tapi di sinilah dia dan saya pikir dia sangat menikmatinya.”
Pertanyaan tentang pensiun pasti muncul. Lewandowski akan berusia 38 tahun depan, namun Staszewski tidak yakin akhir kariernya sudah dekat. Menyikapi hal ini secara langsung, dia berkata:
“Saya kira tidak. Dia belum siap dan masih memiliki beberapa tahun ke depan.”
Dia juga menyoroti bagaimana mentalitas Lewandowski berkembang, dengan menyatakan: Saya pikir jika mereka menawarinya untuk bertahan di Barca, bahkan dalam peran yang lebih kecil, dia akan menerimanya.
Membandingkan masa lalu dan masa kini, Staszewski menambahkan: “Lima tahun lalu dia akan marah karena dia tidak bermain di Seville beberapa hari yang lalu. Dia semacam guru.”
Bagi Barcelona, Lewandowski versi ini masih memiliki nilai yang sangat besar. Staszewski dengan jelas menggarisbawahi hal ini.
“Dia merasa sangat nyaman di sini. Sangat penting bagi Barca untuk memiliki pemain tipe seperti ini di skuadnya.”
Meski kariernya di Barcelona berakhir, sang striker masih punya pilihan. Seperti yang dikatakan Staszewski:
“Dan jika tidak, saya pikir dia siap menghadapi tantangan baru dan liga baru.”
Tentang insiden Christensen
Staszewski juga membahas kontroversi terpisah seputar pembela Andreas Christensen dan menjelaskan asal mula cerita tersebut.
“Apa yang saya katakan tentang Christensen adalah kisah nyata. Flick menyuruhnya bermain melawan Milan dan dia menolak karena sakit punggung.”
Dia ingin menjauhkan Lewandowski dari sumber klaim tersebut, dengan menyatakan:
“Beberapa orang mengira Lewy memberitahuku hal itu, tapi kami bertemu baru-baru ini dan dia bertanya di mana aku mendapatkannya.”
Wartawan itu kemudian menyimpulkan: “Itu datang dari berbagai sumber. Saya tahu istri Christensen telah mengatakan sesuatu tentang hal itu, tapi dia tidak menyangkalnya. Jadi saya pikir semuanya sudah jelas.”











