Home Politic Keterlambatan pembayaran kepada UKM: Serge Papin mengumumkan rancangan undang-undang untuk “memperkuat sanksi...

Keterlambatan pembayaran kepada UKM: Serge Papin mengumumkan rancangan undang-undang untuk “memperkuat sanksi terhadap pembayar yang buruk”

73
0



Dalam sebuah wawancara yang diberikan kepada Paris Minggu, 28 Desember, Menteri UKM dan Daya Beli Serge Papin akan mengumumkan proposal tersebutrancangan undang-undang yang akan ia sampaikan pada Januari 2026 untuk membantu UKM. Tujuan: Untuk membantu UKM dalam salah satu permasalahan yang saat ini paling merugikan mereka, yaitu: pembayar yang buruk. UKM seringkali menjadi korban keterlambatan pembayaran. Itu sebabnya menteri menginginkannya mengatasi masalah ini secara langsungdengan memperkuat sanksi terhadap pembayar yang buruk.

Menurut menteri, situasi yang dihadapi usaha kecil ini selalu buruk setiap tahunnya 20.000 UKM dan UMKM mengalami kesulitan keuangan karena keterlambatan pembayaran tagihan. Penundaan yang total biayanya diperkirakan 15 miliar euro untuk UKM dan membebani arus kas mereka, tetapi juga pada lapangan kerja.

Penghapusan sanksi secara bertahap

RUU masa depan ini akan disajikan dengan tujuan utama yang jelas: mencabut batasan sanksi yang berlaku bagi perusahaan yang tidak menghormati ketentuan pembayaran yang sah. Sanksi itu sudah ada saat ini, tapi nampaknya tidak cukup memberikan efek jera, dan karena itu dapat mendorong penyalahgunaan. Bagi Menkeu, persoalan sanksi ini lebih dari sekedar logika hukum sederhana, karena penundaan pembayaran ini juga menghambat UKM untuk memperkuat diri secara ekonomi. dihadapkan pada berkurangnya margin dan konteks ekonomi yang tidak stabil.

Pengumuman ini datang sebagai Serge Papin menganggap konteks saat ini menguntungkan dalam hal konsumsi. Saat Natal “biarkan konsumen pergi» jelas Menkeu, berkat inflasi yang terkendali. Namun situasi ini tidak cukup untuk menjaga keamanan perusahaan, dan menteri mengetahui dan mengakui hal ini: tanpa arus kas yang sehat, tidak ada investasi atau pembagian nilai. Untuk itu, Menteri ingin mengaitkan RUU ini dengan proyek lain seperti penyederhanaan bagi hasil di UKM.



Source link