Home Politic Pekerja transportasi terpapar kebisingan

Pekerja transportasi terpapar kebisingan

47
0


Sebuah studi yang dilakukan oleh Public Health France menyoroti kenyataan yang mengkhawatirkan: lebih dari lima juta pekerja di Perancis terpapar pada tingkat kebisingan yang mungkin berbahaya bagi kesehatan pendengaran mereka. Dari sektor-sektor yang terkena dampak paling parah, sektor konstruksi menempati urutan pertama, dengan lebih dari 1,3 juta pekerja terkena dampaknya, diikuti oleh transportasi, logistik, dan pariwisata.

Paparan kebisingan yang besar

Penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2019, 20,5% karyawan terpapar tingkat kebisingan minimal 70 desibel selama delapan jam kerja berturut-turut, yang setara dengan satu hari kerja penuh. Di antara mereka, 13,2% terpapar pada tingkat yang menyebabkan kelelahan pendengaran, sementara 7,3% mengalami tingkat yang dapat menyebabkan kerusakan pendengaran. Perlu dicatat bahwa para ilmuwan tidak mengamati adanya “perkembangan luar biasa” selama periode 2007-2019.

Transportasi dan logistik berada di garis depan

Di sektor transportasi, paparan terhadap kebisingan merupakan hal yang sangat penting. Menurut angka penelitian:

  • 30,6% pengemudi kendaraan angkutan (bus, truk) terpapar tingkat kebisingan di atas 70 dB atau sekitar 244.050 pekerja.
  • 27,8% operator juga mengalami polusi suara yang signifikan.
  • 19,7% eksekutif di sektor transportasi dan logistik juga terkena dampaknya.

Namun, sebagian besar pekerja yang terpapar terus berinteraksi dengan pekerja: 39,9% dari mereka bekerja di lingkungan dengan kebisingan melebihi 80 dB, tingkat yang kemungkinan besar menyebabkan kerusakan pendengaran permanen.

Risiko kesehatan apa?

Paparan kebisingan tingkat tinggi dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari kelelahan pendengaran hingga gangguan pendengaran permanen. Dampak tidak langsung lainnya dapat berupa stres, kelelahan atau bahkan peningkatan risiko kecelakaan kerja.

Ini mungkin (juga) menarik minat Anda

Sara Attal
Artikel terbaru dari Sarah Attal (lihat semua)



Source link