Home Politic kedua Haut-Rhinois akan diadili pada bulan Februari

kedua Haut-Rhinois akan diadili pada bulan Februari

60
0


Kedua pria tersebut, masing-masing berusia 58 dan 54 tahun dan tinggal di Mulhouse dan yang kedua di daerah perkotaan, dibawa ke hadapan jaksa penuntut umum Mulhouse pada hari Kamis dan Jumat, yang memberi tahu mereka pada tanggal 6 Februari tentang alasan penuntutan di pengadilan pidana. Anak tertua akan dituntut karena memperoleh dan memiliki gambar atau representasi anak di bawah umur yang bersifat pornografi. Selama penggeledahan, penyelidik menemukan sekitar lima belas boneka seks lateks di rumahnya, delapan di antaranya berpenampilan kekanak-kanakan; boneka yang dibeli di situs tersebut sejak tahun 2017. Pencarian si bungsu berujung pada penyitaan dua boneka dan media penyimpanan komputer yang mengungkap konten pornografi anak.

Ditempatkan di bawah pengawasan peradilan

Sebagaimana dinyatakan dalam siaran pers dari jaksa penuntut, Nicolas Heitz, “kedua pria tersebut ditempatkan di bawah pengawasan peradilan sambil menunggu sidang penampilan yang ditunda. Penundaan tersebut memungkinkan dilakukannya penilaian psikiatris terhadap kedua terdakwa. Mereka dilarang terlibat dalam aktivitas apa pun yang melibatkan kontak dengan anak di bawah umur.”

Investigasi yang memberatkan

Selama dalam tahanan, kedua pria tersebut mengaku membeli dan memiliki media komputer yang berisi berbagai gambar yang memperlihatkan boneka-boneka tersebut dalam keadaan telanjang dan dalam posisi sugestif. Puluhan ribu gambar pornografi anak ditemukan di hard drive pria berusia 54 tahun tersebut. Dia menjelaskan bahwa dia menghasilkannya dengan kecerdasan buatan.

Boneka sulung dari keduanya yang disita memiliki lubang vagina dan dubur serta mengenakan pakaian anak-anak. Masing-masing memakai liontin dengan nama depan berbeda. Siaran pers menyebutkan bahwa “kedua orang tersebut sama-sama mengaku melakukan praktik masturbasi dengan boneka tersebut. Mereka menghadapi hukuman utama lima tahun penjara dan denda sebesar 75.000 euro.”



Source link