Home Sports Masalah terbesar yang harus diatasi Hansi Flick sebagai prioritas di Barcelona

Masalah terbesar yang harus diatasi Hansi Flick sebagai prioritas di Barcelona

85
0


Sejak kekalahan 2-1 melawan Real Madrid pada akhir Oktober, musim Barcelona berjalan dengan kecepatan yang sangat berbeda.

Kekalahan ini bisa saja menggagalkan tim, namun justru mendapat respon keras dari anak asuh Hansi Flick.

Sejak kemunduran itu, Barcelona telah memainkan sembilan pertandingan, menang tujuh kali dan hanya kalah dua kali.

Terkait hasil, sebagian besar responsnya positif, namun di baliknya terdapat tren mengkhawatirkan yang terus mengaburkan kemajuan tim.

Rekor pertahanan yang mengkhawatirkan

Meski mencetak gol bukanlah sebuah masalah, namun mencetak gol telah menjadi salah satu masalah paling persisten di Barcelona.

Klub kini telah memainkan 16 pertandingan berturut-turut tanpa kebobolan satu gol pun di semua kompetisi.

Terakhir kali Barca Mereka berhasil menyingkirkan lawannya di akhir November dengan kemenangan 4-0 melawan Athletic Club.

Sebelumnya, mereka belum kebobolan satu gol pun hingga 22 September melawan Getafe.

Barcelona perlu bekerja pada pertahanan mereka. (Foto oleh Eric Alonso/Getty Images)

Dalam 16 pertandingan tersebut, Barcelona telah kebobolan 27 gol, angka yang memberikan gambaran lebih jelas tentang ketidakstabilan pertahanan yang belum dapat diatasi oleh Flick.

Real Oviedo, Real Sociedad, Girona, Olympiacos, Elche, Alaves, Atlético Madrid dan Eintracht Frankfurt masing-masing mencetak satu gol.

PSG, Real Madrid dan Celta Vigo berhasil dua kali. Sedangkan Club Brugge, Chelsea dan Real Betis menyerang Barca dengan masing-masing tiga gol. Sevilla melangkah lebih jauh dengan mencetak empat gol.

Menariknya, setiap tim yang hanya mencetak satu gol melawan Barcelona pada akhirnya kalah, menunjukkan bahwa meski pertahanannya goyah, serangannya masih bisa menyamakan kedudukan.

Namun, jika lawan berhasil menyerang dua kali, hasilnya berubah secara signifikan. PSG dan Real Madrid sama-sama merayakan kemenangan, sementara hanya Celta Vigo yang gagal meski mencetak dua gol.

Di antara mereka yang mencetak tiga gol, Club Brugge berhasil meraih hasil imbang, Chelsea memastikan kemenangan dan Betis menjadi satu-satunya tim yang mencetak tiga gol namun tetap tersingkir dengan tangan kosong.

Kemampuan Barcelona untuk keluar dari masalah telah membuahkan hasil yang baik, namun tren pertahanannya tidak dapat disangkal.

Saat musim memasuki fase krusial, menjaga clean sheet sama pentingnya dengan mencetak gol dan Flick akan berada di bawah tekanan untuk mengatasi ketidakseimbangan ini sebelum menjadi lebih merugikan.



Source link