Militer Israel hari Kamis mengumumkan bahwa mereka telah mengidentifikasi sisa-sisa sandera kedua dari belakang yang ditahan di Gaza, seorang warga negara Thailand. “Setelah menyelesaikan proses identifikasi, perwakilan tentara Israel dan Kementerian Luar Negeri memberi tahu keluarga Sudthisak Rinthalak bahwa jenazahnya telah dipulangkan untuk dimakamkan,” ujarnya di Telegram.
Sudthisak Rinthalak, seorang warga negara Thailand, terbunuh pada 7 Oktober 2023, dan jenazahnya dibawa ke Jalur Gaza, di mana ia ditahan oleh organisasi Jihad Islam, menurut pernyataan tentara Israel. Pekerja pertanian itu berusia 42 tahun pada saat kematiannya, katanya.
A belum dikembalikan
Oktober lalu, gencatan senjata mengakhiri perang lebih dari dua tahun di Jalur Gaza. Berdasarkan ketentuan gencatan senjata, gerakan Islam Palestina membebaskan dua puluh sandera terakhir yang diculik hari itu dan masih hidup. Hamas dan sekutunya telah mengembalikan 27 dari 28 sandera yang mereka janjikan akan dikembalikan ke Israel sebagai bagian dari gencatan senjata. Yang terakhir yang masih hidup adalah orang Israel.
Pihak berwenang Israel pada hari Rabu mengindikasikan bahwa jenazah yang diserahkan kepadanya bukanlah salah satu dari dua sandera yang masih ditahan di Jalur Gaza.











