Home Politic Keadilan mengukuhkan diadakannya persidangan

Keadilan mengukuhkan diadakannya persidangan

37
0


Empat puluh tiga tahun setelah serangan anti-Semit di Rue des Rosiers di Paris, Pengadilan Banding Paris menolak banding para terdakwa dan menegaskan bahwa kasus ini akan diadili oleh hakim khusus.

Keputusan ini tidak mengherankan karena, dalam sidang banding di akhir bulan Oktober, Jaksa Penuntut Umum telah meminta konfirmasi rujukan ke hakim khusus di Paris atas penyerangan yang menewaskan enam orang di Paris pada tahun 1982.
Pada akhir bulan Juli, hakim investigasi kontra-terorisme memerintahkan persidangan di Pengadilan Khusus terhadap enam orang yang dicurigai terlibat dalam serangan ini.

Dua tersangka telah didakwa di Prancis, termasuk Abou Zayed, tersangka utama di pengadilan, yang kini berusia 67 tahun. Selain warga Norwegia keturunan Palestina yang dianggap sebagai salah satu penembak dan ditahan di Prancis sejak tahun 2020, terdakwa lainnya, Hazza Taha, lahir di Tepi Barat, kini berusia 65 tahun, diduga memiliki senjata tersembunyi. Keduanya mendukung banding terhadap perintah rujukan.

Empat absen

Surat perintah penangkapan telah tertunda selama beberapa waktu terhadap empat tersangka lainnya.
Serangan itu dituduhkan dilakukan oleh Dewan Revolusi Fatah (Fatah-CR) pimpinan Abu Nidal, sebuah kelompok pembangkang Palestina dari Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).
Pada tanggal 9 Agustus 1982, enam orang tewas dan 22 luka-luka di distrik Yahudi Marais di Paris, ketika sebuah granat meledak di restoran Jo Goldenberg dan kemudian dalam penembakan oleh komando tiga hingga lima orang.

Kasus ini diwarnai dengan banyak liku-liku.
Peristiwa terbaru terjadi pada bulan September, ketika pihak berwenang Palestina mengumumkan penangkapan Hicham Harb, orang Palestina, yang diduga sebagai dalang serangan tersebut. Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, baru-baru ini menjanjikan ekstradisi secepatnya di Le Figaro, “yang mana pengakuan Negara Palestina oleh Perancis telah menciptakan kerangka kerja yang tepat untuk permintaan Perancis ini.”



Source link