Home Politic Timur Tengah. Israel mengharapkan “perdamaian dan kemakmuran” setelah pemungutan suara PBB, dan...

Timur Tengah. Israel mengharapkan “perdamaian dan kemakmuran” setelah pemungutan suara PBB, dan Otoritas Palestina menyambut baik hal tersebut

36
0


Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyambut baik rencana perdamaian Presiden AS Donald Trump untuk Gaza pada hari Selasa, sehari setelah Dewan Keamanan PBB mengadopsi resolusi AS yang mendukung peta jalan ini.

Kementerian Luar Negeri Palestina, pada gilirannya, menyambut baik penerapan resolusi tersebut, yang mendapat tiga belas suara setuju di New York, dan menyerukan penerapannya segera dalam praktik. Resolusi yang dirancang oleh Amerika Serikat mendukung rencana perdamaian Presiden Donald Trump untuk Jalur Gaza, yang mengatur penempatan pasukan internasional di wilayah Palestina yang telah dilanda perang selama dua tahun.

“Demiliterisasi menyeluruh”

“Kami yakin rencana Presiden Trump akan mengarah pada perdamaian dan kemakmuran seiring ia mendorong demiliterisasi, pelucutan senjata, dan deradikalisasi Gaza secara menyeluruh,” bunyi pesan berbahasa Inggris dari Kantor Perdana Menteri.

“Bekerja sama dengan Amerika Serikat dan negara-negara lain yang telah menandatangani rencana Presiden Trump, kami berharap dapat segera menerima semua sandera yang meninggal dan memulai proses untuk (…) mengakhiri kekuasaan Hamas atas Gaza,” lanjut teks tersebut. Berdasarkan gencatan senjata yang disponsori AS yang mulai berlaku di Gaza pada 10 Oktober, gerakan Islam Palestina belum mengembalikan jenazah tiga sandera yang diculik dalam serangan di wilayah Israel yang memicu perang pada 7 Oktober 2023.

“Menjamin kembalinya kehidupan normal”

Kementerian Luar Negeri Palestina di Ramallah mengatakan pemungutan suara di New York menegaskan “hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan pembentukan negara merdeka” serta pengiriman bantuan kemanusiaan tanpa hambatan ke Gaza.

Beliau menekankan “pentingnya segera menerapkan resolusi ini di lapangan, untuk memastikan kembalinya kehidupan normal, melindungi rakyat kami di Jalur Gaza, mencegah pengungsian, menjamin penarikan penuh pasukan pendudukan, memungkinkan rekonstruksi, menghentikan tantangan solusi dua negara dan mencegah aneksasi apa pun,” menurut siaran pers yang dipublikasikan di X.



Source link