Menurut laporan terbaru dari Mundo Deportivo, La Liga telah resmi mengajukan keluhan setelah nyanyian kasar terhadap Barcelona dan Lamine Yamal muncul selama kunjungan klub baru-baru ini ke Stadion Balaidos melawan Celta Vigo.
Badan pengatur telah mengirimkan dokumentasi rinci tentang insiden tersebut ke Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF), merinci serangkaian nyanyian ofensif yang terjadi selama putaran pertandingan La Liga sebelumnya.
Di antara beberapa keluhan yang diajukan, keluhan terkait pertandingan antara Celta Vigo dan Barcelona mendapat perhatian khusus karena pengulangan nyanyian dan kekerasan yang mereka lakukan.
Apa yang dilaporkan?
Menurut laporan tersebut, sembilan kasus pelecehan verbal terpisah dicatat oleh sekelompok pendukung tuan rumah yang berada di area tengah substand Balaidos.
Ini termasuk nyanyian yang ditujukan langsung kepada Lamine Yamal dan Andreas Christensen, serta penghinaan berulang kali terhadap FC Barcelona sebagai sebuah klub.
Dua dari insiden tersebut tergolong sangat serius.
Dalam beberapa kesempatan, beberapa penggemar terdengar berteriak “Injak dia, injak dia.” ke arah Lamine Yamal, sedangkan pada menit ke-90 nyanyian serupa ditujukan kepada Christensen.
Ditambah kalimat yang menghina “P*ta Barca” Dilaporkan ada nyanyian enam kali selama pertandingan oleh sekelompok penggemar lokal yang ditempatkan di dekat papan skor.
Kelompok yang sama juga mulai menghina Jamal secara pribadi, dengan menggunakan ungkapan seperti “ “Ck, keren.”dan sekali lagi mendorong para pemain untuk melakukannya “injak dia” di tahap akhir permainan.
Nyanyian dikoordinasikan dan dilanjutkan secara kolektif selama sekitar sepuluh detik sebelum pengurus turun tangan.
La Liga telah memasukkan setiap insiden ini ke dalam pengaduan resminya, dan menekankan bahwa tindakan tersebut melanggar protokol anti-kekerasan dan anti-diskriminasi liga.
Laporan terbaru ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan La Liga untuk memerangi perilaku kasar dan meningkatkan rasa hormat di stadion sepak bola Spanyol.
Badan pengelola telah mengambil sikap yang lebih tegas dalam beberapa bulan terakhir, memperkuat mekanisme pemantauan dan pelaporan untuk mengidentifikasi dan menghukum mereka yang bertanggung jawab atas perilaku diskriminatif atau kekerasan.











